Beberapa Pemain Belakang Terbaik Di Klub Eropa Pada Musim 2017-18

Beberapa Pemain Belakang Terbaik Di Klub Eropa Pada Musim 2017/18

Pemain belakang seringkali tidak mendapat perhatian sebesar pemain tengah ataupun penyerang yang sering mencetak gol. Padahal peran mereka dalam tim juga tidak kalah penting karena kemenangan bisa didapat ketika sebuah tim mampu mencetak gol dan tidak kebobolan gol sama atau lebih banyak dari gol yang diciptakan. Saat ini terdapat beberapa pemain belakang yang kini masih bermain di musim 2017/18 dengan kemampuan istimewa dan bahkan memiliki kemampuan menciptakan peluang layaknya pemain tengah ataupun mencetak gol seperti para penyerang. Berikut ini beberapa pemain belakang yang berlaga di kompetisi Eropa dan dikenal memiliki kemampuan istimewa melebihi kebanyakan pemain belakang biasa.

Beberapa Pemain Belakang Terbaik Di Klub Eropa Pada Musim 2017-18

Salah satu pemain belakang yang terbilang memiliki keistimewaan adalah David Alaba. Pemain Bayern Munich yang sering dimainkan sebagai bek sayap kiri tersebut memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan kebanyakan pemain belakang. Ia tidak hanya mampu bermain sebagai bek sayap kiri; namun juga dapat bermain dengan sangat baik di posisi bek tengah. Bahkan seorang Pep Guardiola pernah memainkan Alaba sebagai playmaker; namun di tangan Carlo Ancelotti seorang David Alaba kembali menempati posisi favoritnya dan menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu pemain belakang terbaik Bayern Munich. Statistik umpan yang berhasil diselesaikan sebesar 88% terbilang sangat tinggi untuk seorang pemain belakang.

Leonardo Bonucci kini menjadi salah satu pemain belakang termahal setelah dibeli oleh AC Milan dari Juventus. Keputusan AC Milan membayar mahal untuk seorang Bonucci bukanlah hal yang aneh mengingat pemain belakang tim nasional Italia tersebut memang memiliki banyak keistimewaan. Bonucci tidak hanya tangguh dalam bertahan serta memiliki kemampuan koordinasi lini pertahanan. Ia juga memiliki umpan akurat dan dapat memainkan peran seorang playmaker dari lini belakang. Kemampuan terbaik Bonucci mulai terlihat jelas ketika dimainkan sebagai bek tengah pada formasi 3 pemain belakang di Juventus.

Meskipun kehilangan seorang Leonardo Bonucci; Juventus masih memiliki sosok bek tengah tangguh lain pada diri seorang Giorgio Chiellini. Sedikit berbeda dengan Bonucci yang memiliki keistimewaan kemampuan mengolah bola dan passing; Chiellini merupakan sosok bek tengah klasik khas Italia. Ia merupakan bek tengah yang tidak segan beradu fisik dan bahkan bertindak licik dengan cerdik di atas lapangan hijau. Keuletan Chiellini dalam melakukan marking pada pemain lawan seringkali memicu emosi pemain yang dikawal. Kemampuannya dalam duel udara maupun satu lawan satu membuat lini belakang Juventus dan tim nasional Italia menjadi sangat sulit untuk ditembus pemain lawan.

Sergio Ramos merupakan sosok pemain belakang lain yang memiliki kemampuan istimewa. Selain tangguh dalam bertahan dan mengkoordinir lini pertahanan; Ramos memiliki kemampuan mencetak gol menggunakan kaki ataupun sundulan kepala. Tidak salah jika ia mengenakan ban kapten Real Madrid dan menjadi salah satu pemain penting di tim dalam jangka waktu yang lama. Memulai karir sebagai pemain belakang di posisi bek kanan; Ramos dikenal sebagai pemain yang agresif dan berani naik untuk membantu serangan dan memiliki kemampuan mencetak gol yang cukup baik. Seiring perkembangan dan kebutuhan tim; Ramos kemudian sering dimainkan sebagai bek tengah dan menghuni posisi tersebut secara permanen di tim Real Madrid dan juga tim nasional Spanyol. Ramos merupakan salah satu pemain termuda dalam sejarah sepakbola Spanyol yang mencatat 100 caps bersama tim nasional.

Jika Real Madrid memiliki seorang Sergio Ramos; rival abadi mereka Barcelona juga memiliki sosok pemain belakang yang tidak kalah tangguh pada diri seorang Gerard Pique. Pemain yang dibesarkan di akademi sepakbola Manchester United tersebut memutuskan untuk pulang ke Spanyol dan kembali bermain untuk Barcelona. Ia mengawali karir di Barcelona sebagai pendamping seorang Carlos Puyol sebelum menjadi pemain sentral di lini pertahanan setelah Puyol pensiun. Sedikit berbeda dengan Ramos yang agresif; Pique merupakan sosok bek tengah yang tenang dan taktis dengan kelebihan berupa kemampuan membaca permainan lawan.

Brazil mungkin dikenal sebagai negara yang menghasilkan banyak pemain hebat; salah satu pemain belakang terbaik Brazil yang meraih sukses di klub Eropa adalah seorang Marcelo. Bagaimana seorang Marcelo berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik di kompetisi Eropa menjadi bukti talenta yang dimiliki pemain tersebut. Marcelo pada awal karirnya terkesan tidak memiliki posisi yang benar – benar ideal setelah sering dimainkan di beberapa posisi; namun seiring perkembangan waktu ia membuktikan diri sebagai pilihan terbaik di sisi kiri pertahanan Real Madrid dan tim nasional Brazil setelah era Roberto Carlos. Berbeda dengan Carlos yang dikenal memiliki tendangan keras; Marcelo merupakan sosol pemain bertahan yang taktis, cerdik dan memiliki kemampuan berkontribusi pada lini serang. Kecepatan dan kemampuan dribel bola khas pemain Brazil membuat Marceloa sangat sulit dihentikan ketika menerobos lini pertahanan lawan. Ia tidak hanya handal menciptakan peluang dan memberi assist; namun juga dapat mencetak gol dari berbagai posisi.

David Luiz Pemain Bertahan Chelsea

David Luiz merupakan pemain belakang asal Brazil yang berkembang pesat dan menjadi salah satu bek tengah terbaik di kompetisi Eropa. Setelah dibeli kembali oleh Chelsea di musim pertama manajer Antonio Conte; Luiz berkembang di bawah polesan mantan manajer Juventus dan tim nasional Italia tersebut. David Luiz merupakan pemain yang sangat baik dari sisi teknis; namun masalah penempatan posisi yang seringkali membawa kerugian bagi tim. Semenjak bermain di bawah arahan Conte; masalah tersebut seakan tidak pernah lagi terlihat. Perubahan formasi dengan 3 pemain belakang memberi andil besar bagi perkembangan Luiz terkait kemampuannya membaca permainan. Selain tangguh dalam bertahan; Luiz juga memiliki kemampuan mencetak gol dari tendangan jarak jauh dan eksekusi tendangan bebas.

Sosok pemain belakang tangguh yang kurang mendapat sorotan adalah seorang Toby Alderweireld. Bek tengah Tottenham Hotspur dan tim nasional Belgia tersebut memiliki kemampuan istimewa terkait teknik dalam bertahan, kemampuan fisik dan juga kejelian membaca permainan lawan. Fisik yang tinggi besar menjadi salah satu modal penting Alderweireld; namun perpaduan kekuatan fisik, teknik dan kecerdasan di lapangan membuat bek tengah tersebut menjadi sangat tangguh. Kerja sama yang sangat baik dengan Jan Verthongen yang juga berasal dari Belgia membuat lini belakang Tottenham Hotspur menjadi sulit ditembus oleh pemain lawan.

Filipe Luis merupakan sosok pemain belakang lain yang memiliki keistimewaan berupa agresivitas dan kinerja yang luar biasa. Setelah gagal beradaptasi dengan sepakbola Inggris; keputusan kembali ke Atletico Madrid terbukti sebagai sebuah keputusan yang benar. Luis kembali menemukan permainan terbaiknya bersama tim asuhan Diego Simeone. Ia memiliki peran besar dalam lini pertahanan dan tercatat sebagai pemain di peringkat ketiga dengan keberhasilan melakukan tekel di ajang La Liga musim 2016/17. Sedangkan kontribusinya dalam membantu lini depan terbukti dengan catatan 6 assist.

Dua Tragedi Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola

Dua Tragedi Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola

Ada beberapa hal yang mungkin akan selalu diingat dalam sejarah sepakbola; namun tidak semua tentang sukses atau kegagalan sebuah klub. Tragedi yang dialami sebuah klub juga menjadi sebuah bagian sejarah dunia sepakbola yang tidak mungkin dilupakan. Beberapa klub besar pernah mengalami masa surut karena tragedi yang menimpa mereka; salah satunya adalah Manchester United setelah terjadinya kecelakaan pesawat terbang di Munich pada tanggal 6 Februari 1958. Terdapat 8 pemain Manchester United yang meninggal pada kecelakaan tersebut; sedangkan beberapa pemain yang selamat kemudian memutuskan untuk gantung sepatu dan mengakhiri karir sepakbola mereka. Tragedi lain yang tidak kalah tragis dialami oleh klub asal Brazil Chapecoense yang kehilangan hampir seluruh pemain mereka pada kecelakaan pesawat tanggal 28 November 2016 saat menuju partai final Copa Sudamericana 2016.

Dua Tragedi Kecelakaan Pesawat Yang Melibatkan Tim Sepakbola

Tragedi Manchester United Di Munich Tahun 1958

Kecelakaan yang dialami oleh tim Manchester United di Munich, Jerman Barat pada waktu itu, pada tanggal 6 Februari 1958. Peristiwa tersebut terjadi ketika tim Manchester United akan kembali ke Inggris usai berlaga di ajang Piala Eropa melawan Red Star Belgrade di Yugoslavia. Pada waktu itu tidak ada penerbangan langsung dari Belgrade menuju Inggris yang dilayani oleh maskapai penerbangan Airspeed Ambassador dengan kelas Elizabethan. Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab kecelakaan yang terjadi; masalah pada salah satu mesin juga disebut – sebut sebagai faktor lain yang menyebabkan kecelakaan terjadi. Pilot James Thain yang didampingi oleh Kenneth Rayment sempat dua kali berusaha menerbangkan pesawat di atas landasan bandara Munich-Riem yang dilapisi oleh serpihan es setelah mengisi ulang bahan bakar. Upaya tersebut namun gagal karena ada masalah pada mesin di sisi sebelah kiri. Kapten James Thain kemudian memutuskan untuk melakukan percobaan ketika karena tidak ingin tertinggal jadwal dan menghindari menginap satu malam di Munich.

Tragedi-Manchester-United-Di-Munich-Tahun-1958

Upaya penerbangan yang ketiga gagal ketika pesawat terpeleset di ujung landasan yang tertutup es. Sayap pesawat Airspeed AS-57 Ambassador sebelah kiri patah karena menghantam rumah. Untuk menghindari resiko pesawat yang meledak; seluruh penumpang kemudian dievakuasi dari pesawat. Harry Gregg yang merupakan penjaga gawang Manchester United menjadi salah satu pahlawan pada proses evakuasi tersebut. Pihak otoritas penerbangan Jerman Barat yang melakukan investigasi sempat mengeluarkan pernyataan bahwa kapten Thain sebagai pihak yang bersalah karena tidak membersihkan es yang melekat pada sayap pesawat. Namun berdasar penuturan para saksi yang menyebut serpihan es sebagai penyebab pesawat gagal terbang; kondisi cuaca kemudian disebut sebagai alasan kecelakaan pesawat tersebut. Kapten James Thain kemudian dinyatakan bersih dari kasus tersebut tahun 1968 atau 10 tahun setelah kejadian.

Manchester United tengah berusaha mencatatkan diri sebagai klub ketiga yang memenangkan gelar Liga Inggris secara berturut – turut pada waktu itu. Pada saat itu tim Manchester United berada di peringkat kedua klasemen sementara liga; di belakang Wolverhampton Wanderers dengan 14 laga yang masih tersisa. Setelah menyingkirkan Red Star Belgrade pada laga perempat final; tim asuhan Matt Busby juga lolos ke semifinal Piala Eropa dua kali berturut – turut.

Manchester United pada waktu itu dipimpin oleh manajer Matt Busby dan memiliki julukan ‘The Busby Babes” merupakan salah satu generasi emas Manchester United yang mencatat 11 laga tanpa kalah pada musim tersebut. Kecelakaan yang menewaskan 8 orang pemain Manchester United tersebut telah menghapus harapan Manchester United dan juga tim nasional Inggris untuk memiliki tim impian. Geoff Bent, Roger Byrne, Eddie Colman, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor dan Liam “Billy” Whelan tewas di tempat kejadian. Sedangkan Duncan Edwards meninggal 15 hari kemudian setelah menerima perawatan di rumah sakit. Terdapat 23 korban meninggal pada kecelakaan tersebut dan 21 orang selamat. Bobby Charlton dan Matt Busby merupakan dua tokoh penting di klub Manchester United yang selamat pada kecelakaan tersebut. Johny Berry dan Jackie Blanchflower yang selamat pada kecelakaan itu tidak pernah bermain lagi di lapangan hijau.

Tragedi Chapecoense Menuju Final Sudamericana Cup 2016

Tragedi Chapecoense Menuju Final Sudamericana Cup 2016

Tidak banyak orang yang tahu mengenai klub asal Brazil Chapecoense; hal tersebut dapat dimaklumi mengingat klub tersebut bukanlah klub besar dengan segudang prestasi atau pernah melahirkan pemain – pemain bintang. Chapecoense sebagai sebuah klub mengawali kiprah mereka di dunia sepakbola Brazil sebagai klub amatir dan baru mencapai divisi itama pada tahun 2013 lalu. Salah satu peluang terbesar bagi Chapecoense untuk tercatat dalam tinta emas sejarah sepakbola Brazil didapat ketika mereka lolos ke partai final turnamen Sudamericana. Partai final tersebut dijadwalkan berlangsung di Medellin melawan Atletico Nacional dari Kolombia. Sayang partai tersebut urung terlaksana karena tim Chapocoense mengalami kecelakan pada saat menuju Medellin.

Kecelakaan yang dialami tim Chapocoense terjadi ketika pesawat Avro RJ85 dengan nomor seri E.2348 yang mengangkut 73 penumpang dan 4 kru mengalami kecelakaan menabrak gunung Cerro Gordo pada ketinggian 8.500 kaki. Akibat tabrakan tersebut pesawat terbelah menjadi dua dan menyebabkan 71 orang meninggal dunia meski tidak terjadi ledakan ataupun kebakaran. Pesawat tersebut berangkat dari Viru Viru International Airport di kota Santa Cruz dela Sierra, Bolivia menuju Jose Maria Cordova International Airpot di dekat kota Rjonegro, Kolombia.

Pihak otoritas penerbangan nasional Brazil (ANAC) sebelumnya telah menolak permintaan Chapecoense untuk menggunakan pesawat charter LaMia untuk melakukan penerbangan langsung dari Sao Paulo menuju Medellin. Pihak ANAC hanya menyetujui pesawat yang dikelola maskapai penerbangan Brazil atau Kolombia untuk melakukan penerbangan langsung antara kedua negara tersebut; sedangkan LaMia merupakan maskapai penerbangan dari Bolivia. Pihak maskapai penerbangan kemudian mengatur penerbangan dari Sao Paulo menuju Medellin dengan transit di Santa Cruz de la Sierra. Maskapai penerbangan LaMia sebelumnya telah digunakan oleh beberapa tim sepakbola; termasuk tim nasional Argentina yang juga terbang dengan pesawat yang sama 18 hari sebelum kecelakaan. (Mau tahu aturan dasar dalam bermain sepak bola? Klik disini)

Kecelakaan tersebut merupakan kerugian besar bagi klub Chapocoense yang telah memiliki tim tangguh di musim kompetisi tersebut. Terdapat 19 pemain Chapocoense yang tewas pada kecelakaan tersebut dan terdapat 3 pemain yang selamat dari kecelakaan. Alan Ruschel, Jakson Follman dan Neto merupakan 3 pemain yang selamat. Penjaga gawang Danilo sempat menelepon istrinya setelah kecelakaan; namun kemudian meninggal ketika dirawat di rumah sakit. Kecelakaan tersebut membawa duka mendalam bagi publik Brazil yang dikenal sebagai negara sepakbola. Bendera Brazil dan Mercosur dikibarkan setengah tiang di depan beberapa gedung pemerintahan. Banyak klub Amerika Selatan yang menunjukkan duka cita atas tragedi tersebut dengan mengenakan emblem Chapocoense di seragam yang dikenakan pada pertandingan. Ada pula tim yang mengenakan seragam Chapocoense atau mengenakan seragam berwarna hijau. Setelah kecelakaan tersebut; Chapocoense dinyatakan sebagai juara Copa Sudamericana dan berhak berlaga di Copa Libertadores 2017. Chapocoense menjalani pertandingan di Copa Libertadores dengan skuad yang terdiri dari para pemain muda akademi, pemain pinjaman dan pemain rekrutan dengan status free agent serta dua pemain yang selamat dari kecelakaan penerbangan LAMIA 2933.

FIFA sebagai organisasi sepak bola internasional

FIFA sebagai organisasi sepak bola internasional

Sepak bola merupakan permainan atau sebuah pertandingan yang merebutkan kemenangan dan diakhiri dengan gelar juara. Dalam pertandingan sepak bola terdapat berbagai aturan dalam jalannya sebuah pertandingan. Aturan yang ada dalam sepak bola diatur oleh badan sepak bola internasional yang disebut FIFA.

FIFA sebagai organisasi sepak bola internasional Garis Besar tantang Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA)

Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA merupakan sebuah badan pengatur sepak bola internasional yang berada di Zurich, Swiss. FIFA berdiri pada tanggal 21 Mei 1904, dan sudah lebih dari 100 tahun FIFA mengatur sepak bola internasional. FIFA bertugas dalam mempromosikan sepak bola sebagai olahraga nomor satu, mengatur transfer pemain yang akan pindah ke klub lain, memberi daftar peringkat dunia untuk klub ataupun negara. Selain itu FIFA juga berhak memberikan hukuman kepada klub jika sebuah klub melanggar kebijakan transfer yang sudah diterapkan oleh FIFA dan melindungi hak-hak dari wasit pemimpin pertandingan. Jika ada seseorang yang melakukan protes keras seperti mengucapkan kata-kata kasar atau bahkan mendorong dan memukul, maka FIFA akan memberikan hukuman tegas kepada pemain yang melakukan hal tersebut. Selain bertanggungjawab atas sepak bola, FIFA juga mengatur futsal, sepak bola pantai dan sepak bola wanita. FIFA juga yang menggelar event-event kejuaraan sepak bola international seperti piala dunia yang sejak 1930 digelar. Selain itu ada juga, piala konfederasi, euro cup, dan beberapa event lainnya.

Sejarah FIFA

Pada walanyan sepak bola internasional hanya digelar untuk negara-negara tertentu saja, yaitu inggris raya, skotlandia, wales dan irlandia utara. Namun pada tahun 1900 sepak bola semakin mendunia, dan banyak negara yang membentuk kekuatan dalam bidang sepak bola. Maka dari itu didirikannya organisasi yang berfungsi untuk mengatur sepak bola di seluruh dunia yang dinamakan FIFA. FIFA menggunakan bahas prancis hal ini dikarenakan pertama kali didirikan dikota paris, prancis. Anggota awal FIFA hanya dari beberapa negara saja, seperti Belgia, Prancis, German, Belanda, Swedia, Spanyol, Swiss, dan Denmark. Akan tetapi sekarang FIFA terdiri dari 200 tim nasional, dari enam konfederensi yang berbeda-beda. FIFA yang bermarkas di Swiss ini awalnya dipimpin oleh Robert Guerin, pada tahun 1906. Event pertama yang diadakan oleh fifa yaitu ajang olimpiade 1908. agen judi online

Perlu diketahui bahwa FIFA hampir terancam bubar, hal ini dikarenakan adanya perang dunia I sekitar pada tahun 1910, namun kenyataannya FIFA masih ada dan mampu bertahan sampai sekarang berkat presiden FIFA dulu yaitu Dutchman Carl. Piala dunia yang digelar oleh FIFA yaitu pada tahun 1930, yang merupakan ajang terbesar pertama yang diselenggarakan oleh FIFA. Piala dunia pertama FIFA dipimpin oleh Jules Rimet. Untuk sepak bola putri baru diadakan sekitar tahun 1991 karena belum banyaknya negara yang sudah mengenalkan sepak bola putri di negaranya masing-masing.

Presiden FIFA saat ini adalah Gianni Infantino. Gianni Infantino sebelum menjabat sebagai presiden FIFA, dia bekerja sebagai sekretaris umum FIFA dari oktober 2009. Gianni Infantino berperan aktif dalam perang penyakit sosial dan ancaman terhadap sepak bola yang ada di eropa, seperti bentuk kekerasan dan deskriminasi serta peraturan pertandingan.

Daftar Presiden FIFA Yang Pernah Menjabat

Daftar Presiden FIFA Yang Pernah Menjabat

Robert Guerin, Prancis – 1904-06

Robert Guerin merupakan presiden pertama FIFA yang berasal dari Prancis. Robert Guerin menjaba sebagai presiden FIFA dari tahun 1904 sampai dengan 1906. Robert Guerin merupakan tokoh utama dalam perdirinya organisasi sepak bola internasional FIFA.

Daniel Burley Woolfall, Inggris – 1906-18

Daniel Burley Woolfall awalnya merupakan seorang administrator FA Inggris yang kemudian terpilih sebagai presiden FIFA pada tanggal 4 Juni 1906. Daniel Burley Woolfall memberikan gagasan atau tujuan utamanya yaitu mewujudkan aturan sepak bola yang sama atau seragam di seluruh dunia. Daniel Burley Woolfall memerankan peran penting dalam undang-undang yang didirikan FIFA. Selam seudah dua tahun, Daniel Burley Woolfall mengatur aturan untuk event olimpiade tahun 1908 di London. Daniel Burley Woolfall meninggal pada tahun 1918 dan masa jabatan habis di FIFA.

Jules Rimet, Perancis-1921-54

Jules Rimet memiliki tujuan utama untuk FIFA yaitu persesuaian antar negara melalui olahraga sepak bola, dan saat itu sedang terjadi perang dunia, namun tekad Jules Rimet tetap kuat. Jules Rimet mengawasi lima turnament sekaligus sebelum akhirnya menyerahkan trofi untuk terakhir kalinya kepada kaptem German Barat pada tahun 1954. Jules Rimet merupakan presiden pertama yang mampu menjabat sangat lama, dan ditetapkan menjadi presiden kehormatan pertama federasi.

Rodolphe William Seeldrayers, Belgia – 1954-55

Rodolphe William Seeldrayers awalnya merupakan seorang olahragawan yang sangat aktif disaat muda. Rodolphe William Seeldrayers memenangkan kejuaraan Belgia bersama klubnya yaitu Racing Club Brussels. Dan pada akhirnya Rodolphe William Seeldrayers menjadi mantan klubnya itu sendiri. Selama di FIFA, Rodolphe William Seeldrayers menjabat sebagai wakil presiden FIFA selama 27 tahun dan berhasil bersama Jules Rimet. Rodolphe William Seeldrayers menjabat presiden FIFA selama satu tahun pada tahun 1954 sampai 1955. Rodolphe William Seeldrayers meninggal pada tahun 1955 di kantor FIFA.

Arthur Drewry, Inggris – 1955-61

Arthur Drewry menggantikan posisi Rodolphe William Seeldrayers sementara selama enam bulan dan sebelum akhirnya diangkat secara resmi sebagai presiden FIFA. Hampir 5 tahun Arthur Drewry menjabat sebagai presiden dan usianya telah 70 tahun pada tahun 1961.

Sir Stanley Rous, Inggris – 1961-74

Sir Stanley Rous memberikan kontribusi yang mengesankan kepada sepak bola sebelum menjadi atau menjabat sebagai presiden FIFA. Sebagai seorang wasit kelas atas, Sir Stanley Rous telah memimpin final Piala FA di Inggris dan juga memimpin 36 pertandingan internasional. Setelah menjadi sekretaris FA Inggris di tahun 1934, Sir Stanley Rous membantu dalam menulis ulang Undang-undang Pertandingan di tahun 1938 dan membantu membuka jalan bagi negara-negara Inggris untuk dapat bergabung kembali menjadi bagian dari FIFA di tahun 1946. Sir Stanley Rous merupakan seorang bangsawan di tahun 1949 karena berkat kontribusinya ke London Olimpiade pada tahun sebelumnya dan untuk olahragaumum lainnya. Sir Stanley Rous menjadi Presiden FIFA ketiga yang berasal dari Inggris dan ketika Sir Stanley Rous menjabat  pada bulan September 1961 dan selama masa jabatannya, Sir Stanley Rous membuat Piala Dunia FIFA menjadi tontonan utama pecinta sepak bola di seluruh dunia.

João Havelange, Brasil – 1974-98

João Havelange memberikan perubahan yang signifikan pada perluasan untuk tim piala dunia, atau FIFA World Cup dari 16 tim menjadi dua kali lebih banyak yaitu 32 tim. Prestasi João Havelange yang terbesar ialah memastikan keterlibatan dalam sepak bola dunia untuk tim dari Asia, Africa, Concacaf,  dan Oceania.

Joseph S. Blatter, Swiss – 1998-2015

Selama masa jabatan Joseph S. Blatter, FIFA memperkuat perkembangan sepak boal di seluruh dunia dan menagajak masyarakat diluar bidang sepak bola untuk mengadakan berbagai program seperti pendidikan, kesehatan dan sosial.

Aturan-Aturan dalam sepak bola yang wajib diketahui

Aturan-Aturan dalam sepak bola yang wajib diketahui

Sepak bola merupakan cabang olahraga yang menggunaka bola sepak berbahan kulit yang di mainkan di lapangan sepak bola dengan mempertandingkan 2 tim sepak bola yang masing-masing tim berjumlah 11 orang dengan 1 diantaranya seorang kiper. Permainan sepak bola dilakukan dengan mencetak gol ke gawang lawan sebanyak mungkin dengan waktu yang sudah ditentukan. Sepak bola dimainkan di lapangan yang rumput asli atau rumput sintetis dan harus lapangan terbuka. Dalam sebuah liga sepak bola untuk masing-masing negara aturan yang digunakan sesuai dengan badan sepak bola dunia atau FIFA. Jika sebuah tim menang atas lawannya maka akan diberikan poin 3, dan jika kalah tidak akan mendapat poin atau 0, sedangkan untuk hasil imbang akan diberikan poin 1. Tim yang memiliki poin tertinggi sampai akhir liga atau akhir kompetisi akan mendapat gelar juara untuk masing-masing liga.

Aturan-Aturan dalam sepak bola yang wajib diketahui

Aturan dalam sepak bola

  1. Lapangan permainan

Ukuruan lapangan untuk pertandingan sepak bola internasional yang memenuhi standar yaitu berukuran 100-120 meter untuk panjang lapangan, dan lebar lapangan sebesar 65-75 meter. Pada dibagian tengah lapangan ada garis yang menjadi batas dua sisi tim, dengan lingkarang ditengah sebagai tempat untuk kick off. Area gawang berbentung persegi panjang kira-kira 7 meterdan tinggi 2 meter. Untuk area penalti sepanjang 16,5 meter sebagai batas kiper boleh menangkap bola.

  1. Waktu pertandingan

Pertandingan sepak bola dibagi menjadi dua babak, yaitu babak pertama dan babak kedua. Masing-masing babak diberi waktu bertanding 45 menit, yang artinya waktu untuk satu pertandingan 90 menit. Setiap pertandingan pasti ada waktu tambahan yang biasanya diberikan oleh asisten wasit. Waktu tambahan kira-kira 1-5 menit, tergantung beberapa perhitung termasuk lama pertandingan dihentikan. Jika dalam dua babak tidak ada pemenangnya atau imbang, akan diadakan babak extra time. Extra time juga dibagi menjadi dua babak, extra time 1 dan extra time 2. Masing-masing extra time 15 menit, dan total untuk kedua extra time 30 menit. Dan jika masih belum ada pemenangnya, akan dilakukan babak adu pinalti. Babak adu pinalti merupakan posisi dimana seorang pemain akan berhadapan dengan kiper lawan. Seorang pemain menendang bola tanpa ada penjagaan dari pemain lawan dan hanya berhadapan dengan kiper, dengan jarak tendang di area pinalti. Pinalti pertama akan dilakukan 5 kali tendangan, jika dalam 5 kali masih imbang maka akan dilakukan pinalti lagi sampai ada pemenangnya. Dalam pertandingan sepakbola, setiap pergantian babak akan diberikan waktu istirahat untuk semua pemain dan pelatih selama 15 menit. Waktu istirahat biasanya digunakan untuk instirahat pemain dan menyusun strategi di babak kedua.

  1. Wasit

Dalam sebuah pertandingan internasional atau pertandingan resmi, akan menggunakan 3 wasit untuk mengatur pertandingan di dalam area lapangan dan 1 asisten wasit yang akan mengatur jalannya diluar area lapangan sepak bola. Tiga wasit terdiri dari 1 wasit utama dan 2 hakim garis. Wasit utama selalu membawa peluit, spray, dan dua buah kartu yaitu kartu kuning dan kartu merah. Wasit utama bertugas untuk mengawasi jalannya pertandingan seperti melihat adanya pelanggaran yang dilakukan pemain, menghentikan jalannya pertandingan karena alasan tertentu, memberikan kartu terhadap pemain, dan mengusir pemain dari lapangan. Untuk hakim garis bertugas untuk mengamati seorang pemain yang terjebak offside, memberitahu wasit utama lemparan kedalam untuk tim A atau B, dan melihat pelanggarn yang terjadi didekat hakim garis. Setiap hakim garis akan dibagi di dua sisi lapangan dan mereka selalu mengikuti gerakan dari posisi terakhir pemain. Hakim garis membawa bendera yang fungsinya memberi tahu jika ada pelanggaran atau offside. Sedangkan untuk asisten wasit bertugas untuk mencatat semua waktu yang sempat dihentikan oleh wasit utama selama pertandingan sedang berlangsung, hal ini dilakukan untuk perkiraan dalam memberikan waktu tambahan pertandingan. Asisten wasit juga bertugas untuk mengkondisikan pergantian pemain dan menjadi penghubungan antara pihak tim dengan wasit utama.

  1. Pelanggaran

Pelanggaran terjadi ketika pemain tim A menjatuhkan tim B atau melakukan kecurangan yang merugikan tim lawan. Wasit akan memberikan peringatan untuk pelanggaran ringan berupa teguran atau kartu kuning, dan untuk pelanggaran yang sudah sangta keras dan tak bisa diterima maka wasit akan langsung memberikan kartu merah. Pertandingan akan diberhentikan oleh wasit saat terjadinya pelanggaran dan pemberian kartu atau teguran. Kartu tidak hanya dikeluarkan jika pelanggaran yang merugikan tim lawan, akan tetapi protes yang berlebihan terhadapa wasit atau berbuat kasar terhadap wasit maka wasit tidak segan-segan memberikan kartu. Hal ini terjadi karena keputusan wasit adalah mutlak dan wasit dilindungi oleh badan sepak bola atau FIFA. Pemain yang sudah mendapat kartu kuning dan melakukan pelanggaran lagi maka akan diberikan kartu kuning kedua dan diberikan kartu merah. Pemain yang menerima kartu merah harus meninggalkan area lapangan dan tidak boleh duduk dibangku pemain, jadi pemain tersebut harus masuk keruang ganti terlebih dahulu. Dan untuk kiper biasanya mendapat kartu karena mengulur-ulur waktu atau memegang bola diluar area kotak pinalti.

Perkembangan teknologi berimbas pada sepak bola, salah satunya teknologi VR. Teknologi ini berupa teknologi yang merekam segala kejadian di lapangan yang tak terlihat jelas oleh wasit. Teknologi ini digunakan untuk membantu wasit dalam mengambil suatu keputusan. Akan tetapi sedikit memerlukan waktu beberapa detik atau menit untuk wasit melihat tanyangan video tersebut. Teknologi ini masih pro kontra, karena bagi sebagian orang menganggap teknologi ini menghilangkan gairah dalam pertandingan sepak bola dan tidak adanya drama-drama yang menarik di dalam lapangan. Namun ada juga yang beranggapan bahwa teknologi ini sangat membantu karena selaun memudahkan kinerja wasit dalam mengambil keputusan, teknologi ini juga tidak merugikan bagi pihak salah satu tim. Misalkan seseorang mencetak gol namun sudah terperangkap offside dan wasit serta hakim garis tidak melihat, maka hal ini akan merugikan salah satu pihak.

Selain itu juga ada teknologi yang dapat mengetahui bola sudah masuk ke gawang / sudah melewati garis gawang atau belum. Teknologi ini sudah lama digunakan, karena wasit sulit melihat apakah bola sudah melewati garis atau belum karena jarak pandang yang jauh. Teknologi ini juga dipakai agar tidak merugikan salah satu pihak. Jika bola yang dipegang oleh kiper sudah melewati garis gawang dan tidak dianggap gol oleh wasit maka jelas merugikan salah satu pihak. Maka dari itu teknologi ini digunakan seperti jam tangan yang dikenakan wasit, jika sudah melewati garis gawang maka jam tangan tersebut akan memberika kode bahwa bola masuk atau gol. Hal ini bisa terjadi karena adanya sensor yang diletakan diarea gawang.